Saturday, September 22, 2007

Puasa, apanya?


Nggak kerasa, Ramadhan udah datang lagi, lengkap dengan segala pernak-perniknya. Mulai janji Allah tentang pahala, sampai pembebasan dari api neraka. Nah, ini juga jadi momen yang tentu nggak akan dilewatkan siapapun. Mulai dari anak sekolahan, sampai yang udah kerja. Dari yang rakyat kelas emper toko, sampai pejabat yang kemana-mana naik Alphard lengkap dengan home theatre-nya. Dan kalo sudah masuk bulan yang satu ini, perlombaan ngaji, tadarus, maupun kegiatan yang berbau ibadah lainnya, marak dimana-mana. Kalo ditanya tujuannya, pasti semua punya jawaban seragam,"Mumpung lagi bulan suci, kan pahalanya berlipat ganda. Ngerjakan sholat sunnah, pahalanya aja setara sholat wajib. Lha kalo sholat wajib? pasti pahalanya lebih gede lagi." dan sebagainya dan sebagainya.

Dan nggak cuma di masyarakat. Namanya media massa, juga semua berlomba menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini. Semua tayangan yang berbau setan, digusur tayangan berbau Tuhan. Jadi inget kata guru agama waktu SD dulu. Waktu puasa itu, setan diborgol, dikecrek kalo kata orang Jawa. Jadi nggak ada lagi yang nggodain kita manusia. Nggak ada lagi yang nyuruh orang untuk nyolong motor orang kayak Swiper nyolong ranselnya Dora. Terus, artis-artis yang biasanya berpenampilan aduhai...yang lekuk liku bodinya selalu bikin kaum adam betah di kamar mandi, mendadak tampil sangat alim, sopan, berpakaian tertutup, berjilbab pula. Padahal di hari biasa, gilirang ditanya alasan suka pake baju seksi, jawabannya singkat,"I love being sexy."

Nah, kalo udah gini, saya juga jadi inget kotbah para ustadz yang selama ini terngiang di benak saya. Ada yang bilang, ibadah umat kita sekarang itu, ibarat ibadahnya para pedagang. Bahkan mungkin lebih parah lagi, ibadahnya rentenir. Kan cocok tuh? Rentenir selalu ingin uangnya berbunga berlipat-lipat, kalo dipinjamkan ke orang lain. Memang, ada satu buku yang punya judul,"Kalau Mau Untung Besar, Berbisnislah Dengan Allah." Tapi yang terjadi di sekitar kita, ibadah jor-joran karena pas bulan puasa pahalanya sangat besar. Jadinya, giliran bulan Ramadhan, anak jalanan yang biasanya diuber-uber Satpol PP karena dianggap ngerusak pemandangan, dan ngrusuhi kota, mendadak jadi orang paling bahagia sedunia, karena begitu banyak santunan mengalir pada mereka. Pun juga para fakir miskin dan yatim piatu. Kebahagiaan mendadak mereka rasakan, dengan banyaknya bantuan mengalir, mulai dari pengusaha, konglomerat, sampai para calon pejabat yang lagi pedekate ke masyarakatnya lewat program turba alias turun kebawah.

Lagi-lagi saya teringat kotbah yang pernah saya denger, ada 3 macam ibadah yang dilakukan manusia. Yang pertama ibadahnya budak. Ini ibadah yang dilakukan orang, karena takut adzab Allah. Yang kedua, ibadahnya pedagang. Yang ini, kayaknya udah jelas tujuannya. Beribadah semata-mata karena ingin pahala yang besar. Mirip pemenang hadiah jutaan rupiah, yang cara dapetinnya tinggal meraup uang, seperti undian salah satu bank dulu. Yang ketiga, nah ini yang paling sulit. Ibadahnya orang merdeka. Kalo udah masuk kategori ini, berarti kita beribadah, karena kita betul-betul merasa merdeka, dan ibadah itu kita lakukan sebagai wujud syukur pada Allah.

Rasulullah pernah bersabda, kalau ada seseorang yang berpuasa, tapi tetap melakukan perbuatan yang tercela, berarti dia tidak akan dapet apa-apa selain laper dan haus aja. Padahal puasa itu kan, kalo tercantum di QS 2:183 tujuannya supaya kita bertakwa. Nah, makanya yang diseru di Quran itu nggak sembarang orang Islam, tapi orang yang beriman. Dan puasa itu memang ada 3 tingkatan. ini yang saya denger waktu kotbah Jumat kemarin. Yang pertama itu puasa badan, yaa laper haus ini. Yang kedua puasa jiwa, jadi kita akan mampu lebih sabar dan menahan diri. Yang ketiga, ini puasanya Ruh. Kalo udah gini sih, termasuk tingkatannya sufi, yang benar-benar puasa karena niat pada Allah semata. Jadi yang lain-lain pasti mengikuti.

Kalo sekarang, kita bisa mendinginkan hati dengan ceramah-ceramah agama ustadz yang kita sukai. Lha kalo Ramadhan udah lewat? Yaaa...jelas nggak ada lagi dong! Ramadhan lewat, yaa lewatlah semuanya...perlombaan sudah selesai. Dan semua kembali ke habitat masing-masing. Yang suka baju seksi yaa pake tanktop lagi. Yang emang doyan dugem, yaa jedung-jedungan lagi di diskotik. Seakan kita cuma memperingati sebuah momen, yang kemudian berlalu begitu saja kalau momen itu sudah selesai. Persis perayaan 17 Agustusan. Menjelang perayaan, para veteran perang mendadak kayak artis top. Diwawancara, dibuatin profil, diangkat dalam features media. Selesai 17-an, yaa balik lagi meratapi nasib mereka yang merana, karena nggak ada kepedulian dari pemerintah...Kalo udah gitu.....tarik nafas panjang aja deh........

Tuesday, September 04, 2007

Consider to Out?

Makin lama kok rasanya aku makin nggak bisa ngerasain suasana enjoy ditempat kerjaku ya? Padahal dibilang jenuh yaa..emang kerjaannya kayak gitu, jadi mau dibilang jenuh gimana? Tapi barangkali bener yang dibilang sebagian orang, kadang-kadang rutinitas itu justru berakibat hilangnya sebuah rasa, sebuah semangat, sebuah keinginan untuk membuat sesuatu yang baru. Apalagi kalau kemudian ternyata langkah kita itu seringkali tidak dapat tanggapan berarti, usulan-usulan kita juga tidak pernah terakomodir, kecuali kalo mereka yang dekat dengan pucuk kekuasaan, jadinya akan lebih mudah buat segalanya. Contoh aja ada satu rekan kerja yang dengan santainya bisa cuti mendadak dan melimpahkan tugas-tugasnya ke orang lain. Selidik punya selidik, ternyata dulu dia satu sekolahan sama manajer, jadi meskipun statusnya cuma staf alias bawahan, tapi dia bisa bertindak seenak udelnya.

Udah gitu, makin lama makin terlihat orang-orang yang kerjaannya cari perhatian dan simpati dari atasan. Kalo ada meeting selalu nyari-nyari kesalahan orang lain, kemudian mengagulkan diri sendiri. Ini yang makin lama bikin makin eneg kerja disini. Emang sih bayaran lumayan gede, tapi kalo situasinya seperti ini yaa lama-lama nggak betah juga. Kalo katanya Rheinald Kazali, reward dan punishment itu kudu jelas. Kalo memang kita berhasil meraih keberhasilan tertentu, kasih dong penghargaan. Atau sekali waktu, ajak karyawan atau bawahan itu bersantai sejenak, selain melepas kejenuhan dan kepenatan, juga untuk memunculkan kembali motivasi, supaya mucnul pemikiran, oya bosku perhatian banget, perusahaan care banget sama karyawannya. Dari situ kemudian muncul motivasi, gimana caranya berbuat yang terbaik untuk kelangsungan hidup perusahaan maupun dirinya.

Ada satu cerita di Malaysia. Ketika perusahaan itu sudah dalam kondisi kolaps, dan sudah diambang kehancuran, ternyata yang dilkaukan bosnya, bukan melakukan PHK atau yang biasanya diistilahkan dengan rasionalisasi. Yang dilakukan justru semua karyawan diberi liburan seminggu, tiket berlibur plus akomodasi untuk nginep sekeluarga. Dalam amplop yang diberikan pada karyawan, juga diberikan sebuah surat, yang tulisannya, "Perusahaan sudah peduli pada anda. Sekarang mari kita bersama-sama membangun perusahaan ini, kita bareng-bareng bangkit dari kegagalan. Ajaib!! Para karyawan semuanya terharu, dan bertekad untuk menegakkan kembali kejayaan perusahaan. Dan akhirnya, perusahaan ini bangkit, dan mampu menuai untung yang sangat besar.

Balik lagi ketempat kerjaku. Ada temen kerja yang pernah bilang, waktu itu ada yang tanya, kenapa kok nggak pernah ada program liburan lagi. Karena dulu tiap tahun selalu ada program liburan karyawan, dengan memberangkatkan entah ke Bali, atau tempat wisata lain. Nah, pas itu ditanyakan pada pemilik perusahaan, jawabannya adalah,"Terus perusahaan dapet keuntungan apa, dengan memberangkatkan kalian liburan? Toh setelah itu masih ada saja yang bolos kerja...:"

ALLAHU AKBAR.....!!!!!

Thursday, August 30, 2007

Double Standard

Ini sih bukan ngomongin jagrak sepedamotor lho! Tapi ini ngomongin soal sebuah standar yang ternyata nggak cuma satu, tapi ada dua, atau bahkan lebih. Dan yang nerapin standar kayak gini nggak cuma di Amerika yang presidennya hobi perang, tapi juga di instansi....yaa kayak di tempat kerjaku ini. Duh kok kayaknya tempatku nyari penghidupan ini kok rasanya nggak ada baek-baeknya se? Ada sih...cuma rasanya kalo kebaikan, katanya nggak boleh diudal-udal hehehe!

Sering aku denger keluhan dari temen-temen sesama staf, perlakuan si manajer nyang ngurusin bagian siaran itu selalu berbeda. Artinya, kalo memang ada prosedur atau standar tentang sesuatu, yang itu seharusnya diikuti, ternyata buat si manajer, itu ndak berlaku. Pun demikian sebaliknya. Jadi kalo hari ini ngomong A, ntar sore atau beberapa menit kemudian bisa berubah jadi B. Dan kalo dijelasin sampek diengkeli, tetep saja gitu. Dan kalo udah ketauan salah, tu pimpinan satu itu dengan segala upaya menutupi kesalahannya, termasuk menimpakannya pada orang laen. Dulu aja aku pernah jadi korban fitnah. Emang sih urusan ngomong Inggris, mau nggak mau kudu diakui, para staf disini ndak begitu lancar, begitu pula saya...jujur neeh!! Tapi karena kemampuan saya paling keliatan terutama kalo nulis berita yang ngambilnya dari situs luar, yaaa kebodohan itu ndak begitu terlihat. Karena itu, 
om manajer ini berkeinginan mengkursuskan beberapa orang, yang dianggep kemampuannya paspasan. Nah, 
waktu itu ada yang tanya, kok dikursusin kenapa? kan bisa tanya 
sama yang lebih pinter. Eeh, dengan cueknya tu manajer mencatut 
namaku yang udah kesohor ini. Katanya abis si Yuki pernah ngomong, 
nggak ada yang mau nanya kalo ada kesulitan. Deeeng...!!! 
Itulah yang bikin aku sakit hati sampe sekarang.

Oke, kembali ke standar ganda itu. Bolak-balik aku melihat, mendengar, dan mengetahui sendiri,
kalo para staf ini jadi jutek dan males kerja, gara-gara si manajer nggak pernah mau mengerti.
Udah dibilangi malah melotot. Kata beberapa temen sih, kalo kita bisa bersikap melayani, artinya yaaa nuruti apapun kemauan si manajer, kita akan aman dan nggak akan dapet masalah, dan itu terbukti dari beberapa temen, yang dengan relanya NGATHOK, NYEMPAK, NYILIT, demi mencari aman. ABS yang sebetulnya diharamkan demi kebaikan, 
ternyata cuma jadi omongan kosong. HIDUP STANDAR GANDA!!!

Friday, August 17, 2007

The 4th Year Marriage

Wah ada yang kelupaan aku tulis. Kemarin pas tanggal 17 Agustus, persis 4 tahun usia pernikahanku. Alhamdulillah, nggak kerasa udah mendekati tahun kelima aku bareng dengan mantan pacarku dan yayangku tercinta. Dan yang paling bersyukur, aku dapet momongan yang cantik, lucu banget, pinter, alhamdulillah tengkyu banget ya Allah...semoga keluargaku Kau jadikan keluarga sakinah, mawadah, warahmah, dan anak keturunanku Kau jadikan insan solihah, jadi pemimpin orang beriman kepada-Mu

Oya, jadi inget nih. Minggu lalu anakku kan ikut lomba mewarnai. Maklum deh masih playgrup jadi kan masih mewarnai doang tuh! Alhamdulillah dia dapet juara 2 sak sekolahan. Nah pas mau difoto sama bawa piala, ternyata dia mogok. ngambek, hehehe! Padahal sebetulnya kalo nggak malu-malu dia sih nyenengin banget. Kata orang Jawa ethes karena saking cerewetnya ngomentarin segala hal. Nah, rencananya piala itu kan dibagi-bagi pas hari Sabtunya waktu senam sehat. Pas piala masih belum dibagi, tau-tau my lill angel nunjuk-nunjuk piala itu. Katanya,"Ma aku ambilin satu dong ma...katanya mau dibagi?" hehehe!!

I Love U all....

Sunday, August 05, 2007

Balada Cah Ndeso

Kelar siaran jam 6 kemarin (5/8/07), aku langsung nyengklak tungganganku coz aku kudu langsung tancap ke mbahku di kawasan Perak. Dititipin pesen sih sama istri, nganterin kue-kue habis acara perkenalan keluarga Minggu siang. Ya, adik iparku yang cowok emang udah kebelet mo merit, makanya dia beberapa kali telpon ke rumah sambil bilang,"Alah emak kawinkan aku..." sambil angguk-angguk kepala kayak video klipnya XPDC, itu tuh grup asal Malaysia itu. Pas di jalan aku inget, moderatornya Helloween Indonesia Messageboard yang sehari-harinya punya kerjaan jadi pengacara (yang ini betulan sih, bukan pengangguran banyak acara), ngabarin kalo mau ke Surabaya dalam rangka tugas. Nah, langsung tak sms tu anak, dan ternyata pas setengah tujuh malem aku baru dapet sms, ternyata dia baru turun dari pesawat.

Kelar nganter kue ke mbah, aku pulang. Dan di perjalanan aku sms-an sama si Hendro, om moderatornya HIM yang ternyata sudah kesohor di jagat permetalan dunia. Dan ternyata dia oke-oke aja ketemuan. Sebetulnya aku udah ngantuk berat, apalagi kondisi fisikku nggak begitu oke hari itu. Sempet tak usulkan kalo ketemuannya Rabu aja gimana, coz dia Seninnya mau ke Malang ada kegiatan. Tapi kemudian muncul balasan, ketemuan malam ini juga ndak apa-apa kok, malah sampe jam 11 malem pun oke. Makanya aku buru-buru pulang, biar bisa istirahat. Tau-tau pas enak-enak tidur, hpku bergetar, eeh, ternyata Hendro ngabarin kalo nungguin buat ketemuan jam 10 malem. Pas ngeliat jam dinding, walah! Lha udah jam 10. Aku tadi bangunnya selain gara-gara sms, juga pas anakku lagi haus jadinya agak rewel. Kelar bikinin dia susu, dan kasih kecupan mesra buat anak istriku, aku berangkat ke Wisma Semeru tempat si Hendro nginep. Nah, begitu sampe, aku baru tau tampangnya moderator HIM, berikut Diorama salah satu member yang juga arek Suroboyo. Begitu ngobrol punya ngobrol, si Hendro ngeluarin laptopnya yang full berisi rekaman metal segala merek. Mulai Helloween sampe yang aku ndak kenal.

Walah, serasa jadi wong ndeso liat koleksinya yang amat sangat bejibun. Apalagi kemudian dia membakarkan DVD Helloween Live in Surabaya 2004, alhamdulillah, berarti ane masih berjodoh nonton Helloween konser di Surabaya, biarpun hanya sebatas lewat bakaran DVD. Soalnya pas mereka konser di Surabaya, aku pas baru pulang menunaikan rukun Islam kelima. Liat koleksinya yang seperti itu, terus-terang aku jadi geleng-geleng kepala. Jadi serasa wong paling ndeso sedunia. Abis koleksiku terbatas sih..!! hehehe!!!

Friday, August 03, 2007

Resign, Just a Little Sign

Well, akhirnya ada satu lagi temen segrupku yang angkat kaki dari tempat kerjaku. Yang agak ganjil, dari dua temen yang hengkang ini, semuanya tidak secara baik-baik, selalu diawali dengan masalah lebih dulu. Yang pertama dulu karena bermasalah dengan cewek, waktu itu kalo menurutku sih, dia ini terlibat cinlok dengan salah satu karyawan. Gara-gara itu, semua kerjaan jadi nggak beres, udah gitu tiap kali masuk kerja, selalu dengan kondisi mata "mbendul" alias bengep atau bengkak, bukan gara-gara dipukuli hansip, tapi gara-gara kurang tidur. Hampir seluruh hidupnya dibaktikan di kantor. Sampe-sampe jadi rasan-rasan, gimana tuh sama keluarganya?

Oke itu udah lewat. Nah, dapet sekitar 1 tahun berselang, giliran yang satu lagi out dari peredaran di radio berita yang termasuk besar di Jawa Timur ini. Cuma ini caranya lebih tidak terhormat lagi. Soalnya diawali dengan absen 2 bulan kurang lebih. Tiba-tiba ada yang bilang, dia udah diterima di radio berita dari Jakarta, yang punya cabang di Surabaya. Awalnya sih pas absen alasannya cuma satu, sakit kepala...Makanya sempat muncul istilah Migrain Man buat ni anak, coz hobinya yang demen sakit kepala. Tapi selidik punya selidik, ternyata dianya ndak apa-apa. Malah waktu itu ada temenku yang iseng-iseng tanya ke maminya, eeh malah didamprat. Sialan nggak tu? Udahlah, kalo emang dia bahagia ditempat barunya, entah karena emang pengen kesana dengan kesadaran, atau karena punya gebetan disana, yaa have fun deh. Terus, siapa lagi nih yang menyusul? Soalnya dari divisi marketing, manajernya udah minggat pula dari tempat kerja di puncak bukit ini.

Kalo lagunya Helloween lirik reffrainnya It's Time Just a Little Sign, kalo versiku sih, Resign Just a Little Sign. Abis siapa tau ini sebuah pertanda akan terjadi sesuatu. Yaa kalo di sastra Inggris itu ada satu istilah yang menggambarkan, there will be something happen. Entah itu bad thing, good thing, atau worst thing. Kalo yang terjadi worst thing, berarti aku juga kudu mencolot nih! Nggak lucu kan lagi seru-serunya kerja, tau-tau ada pemberitahuan kalo perusahaan kolaps, atau tiba-tiba diakuisisi orang atau perusahaan lain, dan tiba-tiba semua karyawan dipecat. Amit-amit deh..!!

Monday, July 30, 2007

Ngeband Lagi Deeh..!!


Lama juga ndak ngisi tempat cerita online ini. Sekarang aku mau laporan (koyok reporter ae..) soal kegiatan musikku bareng Archangel. Oya, Archangel ini bukan nama cewek tetangga ya, tapi nama bandku, sejak misah dari Red Plat gara-gara maminya Bimo dan Ayi ngrusuhi band. Bulan Juli, ada beberapa aksi manggung dari Archangel, mulai Surabaya Error 1 Juli lalu, terus lanjut ke Black Mass, dengan tempat yang sama, eks gedungnya Memorandum. Tapi tanggalnya lupa. Lanjut lagi ke acara parade Rock di TRS. Tau TRS kan? bukaaan, bukan mereknya sepedamotor, itu sih TS punya Suzuki. TRS itu Taman Remaja Surabaya, sebelahnya Hi Tech Mall.

Seneng juga sih, jadinya band nggak cuma latian dan latiaan terus, tapi bisa juga unjuk gigi di stage. Dan buntut-buntutnya, Archangel diundang di launchingnya Ice Cafe, bekas Cafe Sphinx di AJBS. Yang punya gawe siapa lagi kalo bukan No Wars, kumpulan rockers yang dikomandani Yus Reptil, vokalisnya Plat L, band indie asal Surabaya. Sebetulnya waktu 29 Juli itu, Archangel bakal tampil sama Ratos De Pova, ini band aliran speed metal yang anggotanya wong Timor Leste tapi kuliah di Surabaya. Trus Local Host, ini band tempat si Jayeng drummer Archangel pernah gabung jadi kibordis. Tapi Local Host kemudian mundur tanpa sebab, dan Ratos ndak bisa tampil karena pemain bassnya sakit. Padahal kita jadi batal bawain Eagle Fly Free-nya Helloween, gara-gara lagu itu udah diplot sama Ratos, dan Leo vokalisnya Archangel, yang juga temenku kuliah dulu, bakal diplot nyanyi bareng Ratos. Akhirnya pas giliran maju, jadi kita yang bawain Eagle Fly Free. Dan si Dedi, ini dedengkotnya pengepul lagu rock lawas, juga ikutan nonton, wah makasih banget Ded. Dia ini khusus minta aku beraksi mainin gitar dibelakang, kayak Jimmy Hendrix dulu.

Berhubung ada permintaan, yaa kujalani aja. Padahal panggungnya kecil sih. Jadi pas outro Eagle, langsung gitar aku lepas dari neck strapnya, dan langsung kutaruh dibelakang kepala. Mulai deh aksi...
Dan semalem si Leo sms, katanya orang-orang yang nonton pada seneng sama permainanku. Alhamdulillah... hehehe!!

Itu yang dari pentas AJBS. Nah pas di Surabaya Error 1 Juli lalu, bandku bener-bener salah kamar. Abis waktu mau ndaftar ndak jelas eventnya apa. Giliran dateng ke ex gedung memorandum itu, aku sama arek-arek band kaget, lah kok peserta dan penontonnya pake potongan rambut nanas semua? Weladalah ternyata yang tak masukin itu acaranya anak-anak punk. Pantes kok njeprak semua. Ya udah cuek aja. Giliran main minggu depannya di tempat yang sama, masih agak mending, soalnya yang tak masukin itu acaranya anak-anak Black Metal. Kalo BM kan masih respek sama speed, jadi ya kita tenang aja maen disitu. Udah gitu ternyata setingan sound systemnya juga lumayan oke, jadi puas bener mainnya.

Nah pas pentas di TRS itu, aku ngajak tetangga-tetanggaku ikutan nonton. Ceritanya biar jadi suporter gitu. Apalagi mereka ternyata juga termasuk penggemar metal, jadi yaa...asyik aja. Oya, ntar foto-fotonya nyusul.

Archangel is:

Leo Sidharta - vocals
Jarot Sasongko - guitar
Yuki Aditya - guitar
Rusdi - bass
Jayeng - drums

Song list yang kita bawa waktu itu:

We Burn
Just a Little Sign
Mission Motherland
Before The War
Eagle Fly Free
Your Turn
Archangel - lagu ciptaan sendiri


Naah..ini foto-fotonya, termasuk beberapa yang dari konser terdahulu.












Friday, March 16, 2007

Become a Parent? It's The Greatest Blessing of All

Sering kita dengar, kalo sesama orangtua lagi ngumpul, ngerumpi dan lain-lain, ada lontaran,"Wah, anakku nakalnya minta ampun," atau,"Anakku sih kerjanya cuma minta perhatian melulu...capek deeh!!"

Pernah kan dengerin yang seperti itu? Nah, ternyata ada satu penelitian yang membuktikan, sebetulnya kalo anak, terutama yang masih kecil sering bertingkah, dan kita anggap itu meminta perhatian kita, sampai-sampai kita berkomentar yang cukup pedas, ternyata itu bukanlah upaya menarik perhatian kita sebagai orangtua, tapi justru mereka ingin menunjukkan, betapa besarnya rasa cinta yang mereka miliki untuk kita. Kasarnya, kita aja yang nggak tau, kalo ternyata tingkah polah mereka yang katanya bikin capek dan sebel itu, justru menunjukkan betapa besarnya cinta yang mereka miliki, dan mereka amat sangat ikhlas memberikannya pada kita.

Betapa indahnya cinta kasih itu....yang diberikan tangan-tangan kecil dan lembut itu dengan sepenuh hati....
Sayang tidak semua menyadarinya......

Mungkin cara termudah, perhatikan waktu mereka tidur. Coba lihat betapa tulusnya cinta yang terpancar dari wajah anak-anak itu. Mereka tidak minta pamrih, tidak minta balas jasa. Mereka hanya ingin ayah bundanya memahami, betapa mereka sangat mencintai ayah bundanya dengan tulus. Coba bayangkan, seandainya mata-mata mungil yang terkatup saat tidur itu, tak akan pernah terbuka lagi untuk selamanya......selamanya.... apakah kita masih akan merasakan kehangatan itu...........? Jujur, saat menulis ini, saya juga berurai air mata, mengingat wajah putri saya yang saya sangat kasihi...sungguh ini sebuah pengalaman yang sangat hebat sepanjang hidup saya....sebuah pengalaman yang membuat semangat kerja saya selalu hidup, sekalipun banyak orang-orang brengsek disekitar saya. Senyum cerianya, bahkan waktu tubuhnya terbaring sakit, masih terlihat sorot mata bening penuh cinta, yang saya yakin tidak akan bisa melakukan hal yang sama.

God, thank you very much, You give me a chance to be a parent, so I can see, I can feel how deep the love my child give me. I believe this is the real....real love. Thank you God, you bless me with a role to be a parent.....

Saturday, February 10, 2007

Work in Kuburan?

Judul diatas bukan berarti nggambarin kalo sekarang aku kerja di pemakaman, bantuin orang dinas pemakaman, tapi ini buat nggambarin betapa suasana kerja ditempatku sekarang lagi adem ayem. Ademnya sih bukan karena kondisi kerja yang menuntut suasana tenang, tapi karena ada temen satu tim yang punya hobi diem dan ndiemin orang. Wah, pokoknya kalo sudah kumat, yaa itu tadi, rasanya seperti kerja di kuburan. Jadi biarpun telpon berdering, dan suara ketak-ketik keyboard komputer tiap hari mengisi waktu kerja, tetap saja suasananya jadi nggak enak. Habis mo mulai ngomong, liat tampang-tampang mereka aja jadi bikin males. Bisa sih tetep cuek, tapi emang enak dicuekin? Padahal niatku baik lho! hehehe! Untung ada pelampiasan lain, bisa melototin internet, atau ndengerin musik kalo dijalan. Tapi kalo ini berlarut-larut? Hmmm.....susah njawabnya.

Sunday, December 03, 2006

FRIENDS

Judul diatas bukan judul pilem atau sinetron barat yang sukses berat di pasaran. Ini judul lagunya Joe Satriani, itu tuh gitaris yang sekarang demen sama penampilannya yang botak, yang jadi gurunya Kirk Hammett gitarisnya Metallica. Pas pulang kerja hari Minggu kemarin (3 Des 06), kebetulan lagi bawa Sidekick-ku tersayang. Yaa nggak sengaja juga sih pengen nyetel albumnya tu gitaris. Pas giliran lagu Friends mengalun, sejenak aku tiba-tiba terpana. Melodinya kok ya pas banget dan bisa membawaku melayang menuju kenangan masa lalu...ehm...duh bahasanya!!

Dengan irama mid, setengah ceria, setengah sendu, ingatanku kembali melayang pada seseorang beberapa tahun lalu. Aku pernah dekat, sangat dekat dengannya. Entah kenapa kok tiba-tiba aku jadi sentimentil banget. Padahal aku lagi jalan siang-siang. (Biasanya kan orang kalo sentimentil kan pas malem, hehehe!) Semua kenanganku tentang dia muncul begitu saja, seperti ditumpahkan dari langit. Duh tu anak! Kenapa sih kok kamu muncul justru di saat kayak gini? Aku udah nggak mau berkhayal lagi tentang kita. Biar aja semua yang udah berlalu, lewat dan jadi bagian cerita hidup. Tapi kok yaa seiring Friends itu mengalun, terutama pas bagian reffrainnya, bayangan-bayangan itu terus bermunculan menggodaku. Untung nggak nabrak! Hmmmhhh...aku cuma bisa menghela nafas panjang, sambil menikmati bayangan-bayangan itu. Biarlah dia lewat. Mungkin lagi kangen aja. Siapa tau pas udah lewat, bisa jadi pengobat rindu, aih aih! kok Melayu kaleee...!!

Weehh...Kang Joe Kang Joe! bikin lagu kok bikin orang kelingan!

Tuesday, November 07, 2006

Jadi Bos Memang Enak!!!

Kadang-kadang kalo liat temen-temenku yang selalu disalahin manajer, rasanya miris, bawaannya pengen nunjek! Coz temen-temenku, aku tau sendiri mereka udah berusah sekerasa mungkin melakukan tugasnya dengan penuh tanggungjawab. Tapi yang selama ini terjadi, cuma disalahkan, disalahkan, dan disalahkan. Di tempat kerjaku ini, paling getol kalo ngomongin reward and punishment. Cuma, kalo ngomongin punishment, wah, kayak segerombolan cowok nemu cewek cakep. Antusias abis! Begitu ditanya soal reward, langsung jawabannya,"Kok kamu perhitungan banget sih? Kayak pekerja pabrik!"

BUSET!! Demi Allah aku ndak pernah nyangka bakal dapet tempat kerjaan yang kayak gini. Kadang-kadang pengen juga sih berontak dan ngelawan. Gila! Gimana bisa sebuah media yang begitu dipuja, diagungkan pendengarnya, ternyata bisa bersikap seperti itu terhadap karyawannya sendiri. Segala bentuk lembur atau extended working hours dianggap sebuah pengabdian dan loyalitas, padahal ini lembaga swasta yang mencari untung, bukan lembaga bela negara kayak militer. Celakanya semuanya hanya bisa pasrah dan mengeluh. Aku sih udah berkali-kali ngritik lewat milis kantor, tapi kayaknya butuh demo deh! hehehe! Benar-benar sebuah tempat yang teramat zalim untuk berkarya. Kalo kata para senior sih kita kudu sabar. Buset! Sementara dibalik kesabaran itu, ternyata sudah 2 personel lagi hengkang. Dampaknya, sisa personel yang ada jadi kelimpungan nuruti jadwal yang superpadat. Belum lagi anak lowo kayak timku, semua dijadiin tim produksi buat bikin features. Okelah kerja di media memang jadwalnya nggak aturan. Tapi kalo memang ada reward yang layak diberikan, kenapa harus nunggu ditagih? Apalagi kalo ditagih, jawabannya selalu "Kok kayak pabrikan aja?" amit-amit!! Jadi inget temen-temenku di tim produksi features yang udah duluan jalan. Ternyata udah 2 bulan ini, dari September - Oktober, honor transport mereka belum dikasih. Udah beberapa kali diminta, jawabannya malah, "Kerjo kok duwit thok sing digoleki..."

Trus ada lagi informasi yang beredar gethok tular, ada semacam kesengajaan menciptakan situasi tertentu yang amat sangat menekan, supaya usaha perampingan bisa berjalan lancar. Jadinya yang merasa tertekan kan pasti mau keluar. Lha daripada di PHK malah dapet pesangon, mending dibikin gimana caranya supaya karyawan itu keluar dengan sendirinya, jadi kan ndak perlu bayar2 pesangon segala. Ya Allah, what should I do? hanya diam saja? ikut resign seperti yang lain dan usaha sendiri atau kerja ditempat lain? atau tetap pada pendirianku, mbuktikan kalo aku punya pribadi yang kuat? pilihan sulit memang, semoga petunjuk MU segera datang ya Allah. Tempat ini terlalu zalim buat hambamu...

TUHAN TAHU

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak
berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU

Jika kau sangat diberkati dengan artikel ini, sampaikanlah kepada
siapapun yang kau kasihi !

Saturday, October 07, 2006

Resign

Well, judul diatas sebuah hal yang biasa di dunia kerja. Ketika seseorang sudah mencapai kejenuhan, atau mungkin penyebab lainnya. maka sah-sah saja untuk memutuskan resign, alias mundur dari perusahaan tempatnya bekerja.

Nah, inilah yang kembali terjadi ditempatku bekerja. Nggak tanggung-tanggung, yang mundur langsung 2 orang. Kompak banget! Padahal belum lama salah satu anak on air juga mengundurkan diri. Inilah yang akhirnya bikin perusahaan kalang-kabut, padahal sudah nyusun rencana pergantian posisi.

Waktu aku disuruh menghadap manajerku Sabtu kemarin (7 Okt 2006), dia sempat curhat tentang siapa yang layak menggantikan posisi orang-orang yang hilang itu. Apalagi yang hilang supervisorku, dan satu penyiar yang juga merangkap produser acara talkshow. Aku sih cuma ndengerin aja. Bingung mau kasih jawaban. Pas dia cerita soal tim produksi features yang juga tinggal 2 orang. Aku mulai nangkap arah pembicaraannya. Ternyata aku udah disuruh siap-siap masuk, ikut tim produksi features. Sayangnya, begitu aku nantang,"Oke mas, kalo gitu kapan saya mulai kerja?" eeh si manajer malah bingung. Asem!

Monday, August 28, 2006

JUST ADD PIC


Cuma nambahin. Ini foto pas outbond lalu.

Tuesday, June 20, 2006

INTRIK

Sudah umum kayaknya, kalo di tiap tempat kerjaan, selalu ada yang brengsek. Dan rasanya juga sudah bukan rahasia lagi, kalo ada juga orang-orang penjilat, yang cuma mau mendapat keinginannya sendiri. Nggak peduli apakah temen lainnya bakalan mampus atau tidak, yang penting asyik, kalo kata Bento. Dan itu ternyata juga terjadi di tempatku. Tempat dimana orang begitu menaruh hormat, karena reputasinya yang udah sangat gede. Nggak nyangka, ternyata orang-orang macam begini masih ada juga, dan idup di dunia ini. Padahal, aku berharap, sebagai lembaga yang dipercaya nangani masalah banyak orang, harusnya orang-orangnya juga bisa ngasih contoh yang baik. Tapi ternyata....hmmm... kadang kalo nuruti mental tempe, alias nggak kuat mental, pengennya out aja dari tempat ini. Persis Kai Hansen yang nyiptain I Want Out, yang ternyata merupakan curhatnya ketika mau keluar dari Helloween. Masalahnya, jaman kayak gini kerjaan susah, mo usaha sendiri juga masih bingung nentuin bidangnya. Emang sih, dengan modal koneksi yang banyak kayak yang aku punya, bisa aja semuanya berjalan. Cuma ada satu yang aku penasaran. Aku jadi inget nasehat bapakku. Di tiap tempat memang pasti ada orang brengsek. Tapi kalo kita keluar hanya karena nggak tahan dengan perilaku orang-orang brengsek itu, sama aja kita nggak bisa nunjukin jadi pribadi yang kuat. Nah, makanya, I just want to show that, those fuckin' shits will never exist long. Kita liat aja. Bukan mau sok adu kuat, tapi aku nggak akan nyerah gitu aja dengna orang-orang macam gini.

Friday, June 09, 2006

THE ATTITUDE AND MOTIVATION TRAINING

Kalo liat judul diatas, kayaknya ni tulisan berat banget ya? Tapi tenang, itu cuma judul kegiatan yang aku lakuin pas tanggal 5-6 Juni kemarin. Awalnya sih tak pikir kunjungan biasa. Eh lha kok begitu malem Senin aku dateng en liat jadwal, ternyata bukan kunjungan seperti biasanya, tapi acara maen-maen. Wah ya jelas girang to! Wong selama ini selalu disibukkan urusan siaran dan berita, jadi yaa...biarpun namanya pelatihan perilaku dan motivasi, jelas aja udah siap untuk enjoy. Apalagi lokasinya juga lumayan oke, di PPLH Trawas sono.

Pas berangkat, aku sengaja milih semobil sama Iman, manajer newsku. Coz kalo sama dia enak, ngocol sembarang oke. Kalo ama om Yoyong rada terbatas. Mungkin karena selama ini doi selalu nanemin image smart en berwibawa. Sukses juga tu orang. Tapi sebetulnya dia bisa lucu juga di saat tertentu. Oke, yang dimobil selain Iman, aku, mba Prita atau Oma Prita (udah tuwir sih, hehehe!), Emma, en Aini. Dari Surabaya, cangkruk dulu sambil maem pisgor kipas. Ndilalah kita malah nyampe paling belakang, gara-garanya om Iman lupa jalannya. Maklum udah 12 taun lewat sih, sejak terakhir kali kesono. Yaa karenya nyampenya malem, jadinya cuma acara makan malem, plus renungan dari bos-bos kita, en bakar-bakaran jagung, sosis, en pentol. Besoknya baru kegiatan yang sesungguhnya. Gamesnya macem-macem. Mulai disuruh niruin salah satu yang kena hukum, sampe disuruh masangin temen-temen yang jumlahnya 10 orang, dan harus melangkahi 2 orang dulu. Semua kudu dapet pasangan. Wah susah tuh! Dan habis itu, lanjut sama permainan borgol tangan. Ceritanya 2 orang diborgol pake tali, en talinya disilangkan. Kita nggak boleh ngelepas talinya, tapi kudu bisa lepas. Abis itu, lanjut lagi, kali ini semua diborgol dan dililit rame-rame. Kelar acara indoor, lanjut keliling en mulai kegiatan diluar. Well, dari semua kegiatan itu, bukan mau sok tau sih, karakter masing-masing orang jadi keliatan banget. Ada yang mau menang sendiri, ada yang ambisius, ada yang manja, wah pokoknya keliatan. Hmmm...mudah-mudahan aku nggak termasuk yang jelek-jelek itu hehehe!

Monday, May 08, 2006

Surabaya's Birthday

It's 713th birthday of the 2nd biggest city in Indonesia. It's identical with Big Sale in May, well the Sunarto Sumoprawiro's inheritance. However, I'm not interested in shopping, even Big Sale's everywhere. Must adjust my expense for my family yoo!! Besides, this month will be my daughter's 2nd birthday, so, nevermind the Big Sale. Peace yoo!!

Saturday, April 08, 2006

Great Performance

Well, mungkin baru Jumat kemarin aku bisa ngerasain puasnya beraksi di atas panggung. Coz, pas diaudisi buat ngisi Rock on Friday di TRS tanggal 7 April kemarin, aku bisa ngerasa pas dengan kondisi panggung, en semua personil juga bisa atraktif. Kebetulan bandku tampil di urutan kedua. Band pertama, The Unborn, tampil bawain lagu-lagunya Soulfly. Wah kebayang deh sangarnya. Karena nggak mau kalah, bandku juga nampilin lagu keras. Bedanya, yang dibawain lagunya Rhapsody n Helloween. Yang dibawain juga ndak tanggung-tanggung. Di set list kemarin kan udah aku tulis. Nah, itu yang dibawain. Puas deh! Aku bisa jejingkrakan di panggung, maenin gitar sesuai emosi yang muncul saat itu, dan yang paling asyik, begitu Eagle Fly Free masuk bagian akhir dan sengaja dipanjangin outronya, kok ya spontan aku ngelepas tali strap gitarku, langsung tu gitar kuangkat keatas kepala, dan demo nih ceritanya. Maen kayak Jimmy Hendrix. Hahaha! Aku sendiri juga nggak bisa mbayangin kok bisa. Padahal biasanya aku paling nggak demen atraksi. Sampai si Iyus, MC dari Plat L komentar, "Gitarisnya heboh banget!" Sayang gak bawa kamera. Jadi momen mahapenting kemarin nggak bisa diabadiken. Tapi gak papa deh! Yang penting puas!!

Friday, March 31, 2006

Balauka Zone

Well, antara percaya nggak percaya, tapi ini fakta yang baru aja aku denger dari temen sekantorku. Ceritanya malem Jumat kemarin tanggal 30 Maret 06', dia lagi ibadah di masjid Ampel. Dan pas lagi istirahat di dekat makam Sunan Ampel, disebelahnya ada perempuan separuh baya, wajahnya bersih, dan berpakaian seperti layaknya orang beribadah, lagi ngaji. Dan pas temenku ini membuka mata, tiba-tiba perempuan ini berhenti ngaji, dan menebak,"Dik, kerjomu iki nang Wonokitri yo?" Spontan temenku kaget, lho kok tau? Dan ternyata kemudian doi ngejelasin, sebaiknya doi mulai ancang-ancang cari kerjaan laen, coz kondisi ditempat kerjanya udah nggak sehat. Dan buntut-buntutnya, ni perempuan minta dianterin ke bungurasih, katanya mau pulang ke Pasuruan, kampung halamannya sono. Pas temenku nyanggupin, dia minta ditungguin sebentar, katanya mau wudhu dulu. Tunggu punya tunggu, udah 1 jam lebih nggak keluar-keluar, akhirnya temenku nekat nanya ke salah satu jamaah wanita yang barusan wudhu. Dan kata si wanita itu, nggak ada perempuan dengan ciri-ciri yang disebutin temenku. Langsung nih bulu kuduk temenku merinding disco semua, dan begitu abis subuhan, dia langsung pulang sekencang-kencangnya. Makanya motornya rada rusak hari ini. Wah, karena dia temen sekantorku, whether it's true or not, mikir juga, terutama penjelasannya itu lho... Wallahualam bishawab....

Thursday, March 30, 2006

Rocker Juga Manusia

Nah, siaran baru aja kelar. Jadi rada bebas. Tapi masih nunggu giliran baca berita olahraga. Abis, tu posisi nyaris tak tergantikan, kecuali kalo pas aku libur. Tadi saking kesusunya sampe lupa nambahin kata "play" didepan the bestnya, jadinya ya gitu deh. Kalo ada yang baca trus binun ya mohon dipersori deh!
Oke, kembali cerita soal musik. Waktu itu di milis Helloween yang aku ikut, ternyata pernah ada curhat dari sang moderator, kalo dia udah bosen sama Helloween. And then, aku coba lihat ke diriku sendiri. Yes, memang aku suka Helloween. Dari pertama denger A Little Time versi Live In The U.K., aku sudah jatuh cintrong sama grup satu ini. Sedikit bergeser waktu vokalisnya minggat dan ganti baru dengan kualitas yang beda banget. Oke, it doesn't matter. Apalagi aku juga punya band yang mainin lagu-lagu mereka. Cuma satu nih. Kadang yang namanya idealisme itu juga bisa berdampak buruk. Bukannya sok, tapi sulit banget memang buat mempertahankan gaya bermusik seperti yang sekarang aku mainin, coz nggak banyak yang mau mainin musik yang aku mainin sekarang. Kalo sekedar main gitar sambil bergaya ala Eddi Van Halen, or ngebor kayak Paul Gilbert, mungkin banyak yang bisa. Masalahnya, pada mau nggak kalo diajak main lagu-lagu old school rock itu? Aku sendiri juga fleksibel. Pengennya sih mainin lagu lain yang alirannya beda jauh, termasuk kelas Peterpan sekalipun. Kalo lagu sendiri sih, malah ayo, coz itu kan hasil ide yang disatuin. Apalagi banyak tawaran maen di kafe. Makin bingung karena ternyata si Leo si vokalis, and si Jay tukang pukul drum, termasuk orang yang idealis berat. Si Rusdi yang ngebasin juga gitu. So, tinggal aku en Jarot the 2nd guitarist yang sealiran. Well, seperti kata Seurieus, rocker juga manusia, punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati. Apa kata juragan, yes mawon. Dipake motong daging ayo, dipake nusuk orang monggo. Naudzubillah min dzalik. Satu sisi, seneng sih bisa mainin lagu-lagu superkeras bareng mereka. Tapi disisi lain, ane juga butuh penyaluran di bidang musik yang lain. Masih untung punya keyboard, jadi bisa lebih bebas ngekspresiin diri. Harusnya rekaman sendiri kali ya? hehehe! Tapi harga recording studio lumayan juga sih. Ada yang 200 rebon per shiftnya. Biarpun waktunya dikasih 4 jam, rasanya kurang. Kan belum buat mixing segala macem. Well, hope there'll be the best way, so, I can develop myself in music. Coz kalo maen gedebukan terus, nggak ada perkembangan man! This is music, and music is a universal way to express ideas, so, let's not limit the music in a box written the kind u bring.